Monday, March 16, 2015

Licensi dan Versi Mikrotik



Lisensi MikroTik

           Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika anda ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari MikroTikls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk Level 1 adalah versi Demo Mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat digambarkan jelaskan sebagai berikut:
  • Level 0 (gratis); tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
  • Level 1 (demo); pada level ini kamu dapat menggunakannya sbg fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.
  • Level 3; sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat wireless tipe klien.
  • Level 4; sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe akses poin.
  • Level 5; mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak.
  • Level 6; mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.
• Fitur-fitur RouterOS ditentukan oleh level lisensi
yang melekat pada perangkat.
• Level dari lisensi juga menentukan batasan upgrade
packet.
• Lisensi melekat pada storage/media penyimpanan
(ex. Hardisk, NAND, USB, Compact Flash).
• Bila media penyimpanan diformat dengan non
MikroTik, maka lisensi akan hilang.


          Mikrotik menerapkan sistem level lisensi yang baru. Dengan adanya sistem level lisensi yang baru ini, diharapkan pengguna lebih diuntungkan, karena harganya yang lebih murah dan jangka waktu free upgrade yang lebih lama (sekarang menjadi 3 tahun untuk level 5 dan 6).


Versi MikroTik

Fitur-fitur MikroTik selain ditentukan oleh lisensi yang
digunakan, juga ditentukan oleh versi dari MikroTik yang
terinstall.
• RouterOS release history:
– RouterOS version 6: May 2013
– RouterOS version 5: Mar 2010
– RouterOS version 4: Oct 2009
– RouterOS version 3: Jan 2008
• Pada RouterOS, versi MikroTik dapat dilihat dari paket
yang terinstall.
• Paket yang terinstall menunjukkan fitur apa saja yang
didukung oleh RouterOS.

Coba cek di menu System>Packages


sumber:
mikrotik.co.id
http://ayugiovany.blogspot.com/2014/01/sistem-level-lisensi-mikrotik.html

Sunday, February 22, 2015

How to Access Mikrotik Router OS

       Good Night,, Welcome back ganers.... lagi belajar bahasa inggris bro, hahaha,,, i can speak english.... Oke ga Langsung aja kite belajarnya. kali ini ane mau berbagi ilmu yang ringan banget.
Kita akan belajar berbagai cara masuk / Login ke router Mikrotik.


Winbox

• Cara paling mudah dalam mengakses dan
   mengkonfigurasi MikroTik adalah menggunakan
   winbox.
• Winbox dapat didapatkan dari:
– Web www.mikrotik.com
– Via http/web IP atau domain Router MikroTik
– Copy dari media penyimpanan











Tampilan pada Winbox















Default Setting RouterBoard

• RouterBoard (RB) baru, atau setelah di reset defualt , memiliki
   default konfigurasi dari pabrikannya yaitu:
           – IP Address Ether 2-5 : 192.168.88.1/24
           – Username “admin” password blank.
• Untuk meremote, Laptop/PC dihubungkan dengan ether1 dan diset
   dengan IP 192.168.88.xxx/24.
• Routerboard juga dapat diremote walaupun tidak ada Ipnya, yaitu
   dengan meremote mac addressnya



WebFig


  • Sejak versi 5.0, interface via web diperkenalkan, dengan fungsifungsi yang sama dengan Winbox.
  • Coba akses webfig mikrotik router anda dengan browser
Cara Masuk WebFig:
1. pastikan router komputer / Laptop sudah terhubung dengan Router.
2. masukan ip router Mikrotik di Web Browser pilihan anda
3. Kemudian akan muncul tampilan berikut


4. ketik :"admin" pada kotak login password blank / kosong
5. kemudian anda akan masuk kedalam menu tampilan WebFig



Konfigurasi Via Terminal

• Dalam kondisi tertentu remote dan konfigurasi via GUI
tidak memungkinkan dikarenakan hal-hal seperti;
keterbatasan bandwidth, kebutuhan untuk running script,
remote via ..x console, dll.
• Remote & konfigurasi terminal bisa dilakukan dengan
cara:
– Telnet ( via IP port 23, non secure connection)
– SSH ( via IP Port 22, lebih secure dari telnet)

– Serial console (kabel serial)

Untuk Masuk Ke router Mikrotik Via Terminal anda bisa menggunakan tool CMD pada windows atau aplikasi Putty. Disini ane akan coba gunain aplikasi Puty, soalnya simle gan... :-)

untuk SSH anda bisa mengikuti seperti pada gambar berikit,,,





Untuk Telnet Seperti ini, hampir sama dengan tampilan masuk SSH, hanya berbeda PORT








Serial Console

• Serial Console digunakan apabila kita lupa/salah telah
mendisable semua interface pada MikroTik.
• Serial Console dibutuhkan juga saat kita menggunakan
Netinstall.
• Remote via serial console membutuhkan kabel DB-9
(atau converter USB ke DB-9).
• Menggunakan program HyperTerminal.
• Baud rate 115200, Data bits 8, Parity None, Stop bits 1,
dan Flow Control None.


gimana Gan? Gampang kan? bisalah masa ga bisa.... :-)
Oke gan untuk postingan hari ini cukup kali ya,,, ahaha...
terimakasih, semoga bermanfaat

Friday, February 20, 2015

SUBNETTING


            Oke gan Karena IPv6 Belum banyak di gunakan ( khususnya di Indonesia ), jadi ane hanya akan berbagi sedikit tentang Sebnetting IPv4 ini, monggo gan:

• Alamat IP didesain untuk digunakan secara
berkelompok (sub-jaringan/subnet).
• Subneting adalah cara untuk memisahkan dan
mendistribusikan beberapa alamat IP.
• Host/perangkat yang terletak pada subnet yang
sama dapat berkomunikasi satu sama lain
secara langsung (tanpa melibatkan
router/routing).

Subnetting
• Apabila jaringan dianalogikan sebuah jalan, apabila disepanjang
jalan cuma ada 8 rumah, ketua RT mengumumkan sesuatu dari
rumah ke rumah lewat jalan itu.
• Apabila sepanjang jalan sudah penuh rumah butuh ada gang-gang .
Butuh ada ketua RT tiap gang untuk meminimalis transportasi saat
pengumuman dan mengatur urusan RTnya sendiri

dari:
Hasil gambar untuk sebnetting bila di ibaratkan jalan  
Menjadi

Notasi Subnet 

-       Subnet ditulis dalam format 32 bit (seperti IP), atau dalam bentuk desimal (prefix Length)





-    Sebagai contoh, network 192.168.1.0 yang memiliki subnet mask 255.255.255.0 dapat direpresentasikan di dalam notasi prefix length sebagai 192.168.1.0/24.



Network ID dan Broadcast

Dalam kelompok IP address atau satu subnet ada 2 IP

yang sifatnya khusus
– Network ID : identitas suatu kelompok IP / Subnet.
– Broadcast : alamat IP yang digunakan untuk

memanggil semua IP dalam satu kelompok.





PERHITUNGAN SUBNET



Rumus menghitung Jumlah IP address dalam subnetmask:




Contoh, IP kelas C
ip: 20.20.20.20/30,
Tentukan Range IP, IP Host , Network ID, Broadcast dan Subnet Masknya:
• Jumlah IP dalam subnet:
Gunakan Rumus 2(32-30)= 22 = 4
• Range IP
Range IP dicari berdasarkan kelipatan Jumlah IPnya (kelipatan 4):
20.20.20.0 s/d 20.20.20.3
20.20.20.4 s/d 20.20.20.7, (8-11),(12-15)…terus sampai (252-255)
IP address pada soal (20.20.20.20) ada pada range:

20.20.20.20 s/d 20.20.20.23

IP kelas C: 20.20.20.20/30,
Tentukan Range IP, IP Host , Network ID, Broadcast dan Subnet
Masknya :
• Network ID dan Boradcast:
  Dari range IP yang telah ditemukan (20.20.20.20 s/d 20.20.20.23)
  IP terkecil digunakan untuk network ID, terbesar untuk Broadcast
  Network ID 20.20.20.20, Broadcast
0.20.20.23
• IP Host  Range IP dikurangi Network ID dan broadcast
  IP host  20.20.20.21 s/d 20.20.20.22
  Jumlah IP host jumlah IP dalam subnet dikurangi dua
• Subnet mask  255.255.255.(256 – jumlah IP)
  Subnet mask  255.255.255.252

Contoh IP kelas B

IP address 12.12.12.12/22
Tentukan Range IP, IP Host , Network ID,
Broadcast dan Subnet Masknya :
• Translate prefix netmask menjadi kelas C dengan ditambah 8,
menjadi (22+8)=30
• Jumlah IP prefix /30 dalam kelas C adalah 2(32-30) = 4
• Jumlah IP dalam kelas B = 4 x 256 = 1024
Range IP Address
• Jumlah IP kelas C nya, yaitu 4, Range IP diimplementasikan pada
oktet ke 3
12.12.0.0 – 12.12.3.255, 12.12.4.0 – 12.12.7.255, 8 – 11, 12 -15,
dan seterusnya
• Range IP 12.12.12.0 s/d 12.12.15.255
• Network ID 12.12.12.0, broadcast 12.12.15.255
• Jumlah host yg dapat digunakan 12.12.12.1 – 12.12.15.254
Netmask = 255.255.(256-4).0 = 255.255.252.0


IP Address


         Oke Gan, welcom back. Dalam bahasan kali ini kita akan belajar IP address dan Subnetting, tapi ane ga akan panjang lebar, ane cuma igin ngasih sedikit pengetahuan tentang ip address dan subnetting sebelum kita mulai masik belajar Mikrotik gan. Jadi di hharapkan kita semua sedikit mengerti tentang IP address dan Sebnetting.

            IP (Internet Protocol) terdapat dalam Network Layer (layer 3) OSI.
• IP address digunakan untuk pengalamatan suatu PC / host
secara logic
• Terdapat 2 jenis IP Address
1. IPv4


  • Pengalamatan 32 bit
  • Jumlah max host 4,294,967,296
  • jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296

2. IPv6


  • Pengalamatan 128 bit
  • Jumlah max host 340,282,366,920,938,463,374,607,431,768,211,456
  • Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia
IPv4


  • IPv4 diekspresikan dalam notasi desimal bertitik, yang dibagi ke dalam 4 buah oktet berukuran 8-bit.
  • Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (20 s/d 27 )
Contoh IPv4 : 192.168.1.1/24

untuk pembahasan yang lebih mendalam anda dapat baca di sini gan:

IPv6

  • Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit,
  • Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:)
Contoh IPv6:  21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a

untuk pembahasan yang lebih mendalam anda dapat baca di sini gan:
http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_6


IP Privat dan IP Public

• Berdasarkan jenisnya IP address dibedakan menjadi IP Public dan
IP Private.
• IP Public adalah IP addres yang digunakan untuk koneksi jaringan
global (internet) secara langsung dan bersifat unik.

1. IP Private

          IP Private adalah IP yang biasanya digunakan dalam jaringan yang tidak terhubung ke internet atau bisa juga terhubung ke internet tapi melalui NAT.
Sebuah alamat IP dianggap pribadi jika nomor IP termasuk dalam salah satu rentang alamat IP untuk jaringan pribadi seperti Local Area Network (LAN). Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereservd tiga blok berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal):

10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)
172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
192.168.0.0 – 192.168.255.255 (Total Addresses: 65,536)


2. IP public

            IP Public adalah IP yang bisa diakses langsung oleh internet. Analoginya IP Public itu seperti kamu punya nomer telepon rumah atau nomer HP yang bisa ditelepon langsung oleh semua orang. alamat-alamat ini telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika jaringan tersebut telah terhubung ke Internet.
Range IP:
Selain dari Range IP Private di atas

IP Address dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas A – E, namun yang hanya digunakan adalah kelas A, B & C karena kelas D & E digunakan untuk keperluan khusus.
Cara mudah membedakan kelas A, B & C :

1. Kelas A –> kelompok pertama dimulai dari 0000 0000 (0) –> range IP 0 – 127 dan memiliki host maksimum sebanyak 16.777.214
2. Kelas B –> kelompok pertama dimulai dari 1000 0000 (128) –> range IP 128 – 191 dan memiliki host maksimum sebanyak 65.534
3. Kelas C –> kelompok pertama dimulai dari 1100 0000 (192) –> range IP 192 – 223 dan memiliki host maksimum sebanyak 254

note: IP Addressing juga dikelompokkan berdasarkan negara, Indonesia umumnya dimulai dengan kepala 202 & 203

Tiap kelas memiliki 1 slot yang berfungsi sebagai IP Private :
1. Kelas A –> IP 10.x.x.x
2. Kelas B –> IP 172.16.x.x sampai 172.30.x.x
3. Kelas C –> IP 192.168.x.x

IP 127.0.0.1 juga tidak boleh digunakan sebagai IP Public karena berfungsi untuk Local Loop atau Local Host
Lembaga yang mengatur / menyediakan IP Public adalah IANA,

Tuesday, February 17, 2015

Mac Address


        
       
 

          MAC Address (Media Access Control Address) adalah alamat jaringan pada lapisan data-link (layer 2) dalam OSI 7 LayerModel.

  • Dalam sebuah komputer, MAC address ditetapkan ke sebuah kartu jaringan (network   interface card/NIC).
  •  MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit.
  •  MAC terdiri atas 12 digit bilangan heksadesimal (0 s/d F), 6 digit pertama     merepresentasikan  vendor pembuat kartu jaringan.





        MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet addressphysical address, atau hardware addressMAC Address mengizinkan perangkat-perangkat dalam jaringan agar dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, dalam sebuah jaringan berbasis teknologi Ethernet, setiap header dalam frame Ethernet mengandung informasi mengenai MAC address dari komputer sumber (source) dan MAC address dari komputer tujuan (destination).

        Dalam sebuah komputer, MAC address ditetapkan ke sebuah kartu jaringan (network interface card/NIC) yang digunakan untuk menghubungkan komputer yang bersangkutan ke jaringan.Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengalokasikan blok-blok dalam MAC address. 24 bit pertama dari MAC address merepresentasikan siapa pembuat kartu tersebut, dan 24 bit sisanya merepresentasikan nomor kartu tersebut.

• Contoh MAC Address : 02-00-4C-4F-05-50, D4-CA-6A-FC-02-1B
Nama vendorAlamat MAC
Cisco Systems00 00 0C
Cabletron Systems00 00 1D
International Business Machine Corporation00 04 AC
3Com Corporation00 20 AF
GVC Corporation00 C0 A8
Apple Computer08 00 07
Hewlett-Packard Company08 00 09
Cara Lihat Mac Address Di Mikrotik :


                 giman gan, pembahasan kali kira-kira apa yang kurang pasti banayak sekali yang kurang mohon bantuannya gan. untuk Hari ini sekian dolo gan, semoga bermanfaat bagi kita semua,,,
terimakasih,,, selamat Malam

Monday, February 16, 2015

Protocol dan Port pada Jaringan

               masih dari postingan kemarin gan, kali ini mari belajar tentang protocl. Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat kerasperangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:
  • Protocol menentukan prosedur pengiriman data.
  • Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin lainnya.
  • Melakukan metode "jabat-tangan" (handshaking).
  • Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
  • Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
  • Bagaimana format pesan yang digunakan.
  • Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
  • Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya
  • Mengakhiri suatu koneksi.

Untuk memudahkan memahami Protokol, kita mesti mengerti Model OSI. Dalam Model OSI terdapat 7 layer dimana masing-masing layer mempunyai jenis protokol sesuai dengan peruntukannya. masuk sini gan:

Prinsip-prinsip Desain Protokol

Dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan:
  • Efektivitas
  • Kehandalan
  • Kemampuan dalam kondisi gagal di network.
 
• Protocol lapisan Aplikasi
 Transmission Control Protocol (TCP) 
 User Datagram Protocol (UDP)
 DNS 
 Internet Control Message Protocol (ICMP) 
 ping traceroute 
 Hypertext Transfer Protocol (HTTP) 
 web /
 Post Office Protocol (POP3)
 email 
 File Transfer Protocol (FTP)
 Internet Message Access Protocol (IMAP)
 dll
         Beberapa protocol di atas sering di gunakan dalam pemakain sehari-hari. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).

Protokol lapisan antar-host :
       Protokol lapisan antar-host berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah:
  • Transmission Control Protocol (TCP)
  • User Datagram Protocol (UDP) adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
Protokol lapisan internetwork
          bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah:
  • Internet Protocol (IP)
  • Address Resolution Protocol (ARP)
  • Internet Control Message Protocol (ICMP)
  • Internet Group Management Protocol (IGMP).
 Protokol lapisan antarmuka jaringan
          bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, Sepert:
  • LAN (Contoh: Ethernet dan Token Ring)
  • MAN/WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas:
    • Public Switched Telephone Network (PSTN)
    • Integrated Services Digital Network (ISDN)
    • Asynchronous Transfer Mode (ATM))
  • UDP ( User Datagram Protokol)





PORT

  •  Port adalah sebuah aplikasi-spesifik atau proses software spesifik pada Komputer/host yang menjalankan service untuk komunikasi jaringan.
  •  Jumlah total port Host adalah 65535, dengan klasifikasi penomoransebagai berikut:   
         1. Dari 0 s/d 1023 (well-knownports),
         2. Dari 1024 s/d 49151 (registered port), 
         3. Dari 49152 s/d 65535 (unregistered / dynamic, private or ephemeralports)



OSI Layer Model


           Model OSI Menjadi semacam referensi atau acuan bagi siapa saja yang ingin memahami cara kerja jaringan komputer. Walaupun OSI merupakan sebuah model yang di akui dunia saat ini, namun tidak ada paksaan bagi pengembang Hardware/atau Software dan user untuk menggunakanny. Perlu di pahami Model OSI bukanlah sebuah protol. Protocol adalah sekumpulan aturan yang di gunakan pada komunikasi data.

• Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling          berkomunikasi. 
Open System Interconnection atau OSI layer 7 adalah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) di Eropatahun1977
• Sebelum ada OSI, sistem jaringan sangat tergantung kepada vendor pemasok perangkat jaringan yang berbeda-beda. 
• Model Osi layer 7 merupakan koneksi logis yang harus terjadi agar terjadi komunikasi datadalam jaringan.

Model OSI terdiri atas layer-layer atau lapisan-lapisan berjumlah 7 buah. ketujuh Layer tersebut yaitu:



1. Physical
2. Data Link
3. Network
4. Transport
5. Session
6. Presentation
7. Aplication





Beberapa Keuntungan atau alasan OSI model Di buat berlapis-lapis diantaranya :

1. Memudahkan untuk Memahami cara kerja jaringan komputer secara  menyeluruh
2. Memudahkan untuk memecahkan Trouble shooting Jaringan Komputer
3. Memungkinkan pengembang Perangkat Hardware / Software untuk membuat perangkat sesuai fungsi layer tertentu
4. Menyediakan Standar Interface bagi pengembang peraangkat melibatkan MultiVendor

            Model OSI dapat dibagi dua bagian, tiga lapisan menggambarkan komunikasi antara aplikasi host (aplikasi untuk komunikasi aplikasi), sedangkan bawah empat lapisan menentukan struktur bagaimana data ditransmisikan sampai akhir.



Application layer
HTTP, SMTP, SNMP, FTP, Telnet, SSH, NFS, RTSP, BGP etc.
Presentation layer
XDR, ASN.1, SMB, AFP etc
Session layer
TLS, SSH, RPC, NetBIOS, ASP etc.
Transport layer
TCP, UDP, RTP, SCTP etc.
Network layer
IP, IPv6, ICMP, ARP, RARP, OSPF, RIP etc.
Data link layer
Ethernet, Fast Ethernet, Frame relay, FDDI, PPP, HDLC, ATM, MAc.
Physical layer
wire, radio link, optical fiber etc.


Fungsi Layer-layer dalam OSI:

1. Application
        Menyediakan service bagi berbagai Network

2. Presentation
        Mengatur Konvensi dan translasi berbagai format data. Seperti kompresi data dan enkripsi data

3. Session
        Mengatur Sesi (Session  ) yang meliputi establishing ( memulai sesi ), maintaining  (           mempetertahankan Sesi ), dan Terminating ( mengakhiri sesi ) antar entitas yang dimiliki oleh presentation Layer

4. Transport
        Menyediakan End-to-End comunication protocol. Layer ini bertanggung jawab terhadap "keselamatan data" dan "segmentasi data".

5. Network
        Menentukan route yang dilalui oleh data. Layer ini menyediakan logical addressing ( pengalamatan logika ) dan path determination ( penentuan rute tujuan )

6. Data Link
       Menentukan Pengalamatan pisik ( Hardware address ), error notification ( Pendeteksi error ), Frane Flow Control ( kendali aliran frame ) dan topologi Network

7. Phisical,
       Menentukan masalah kelistrikan / gelombang / medan dan berbagai prosedur / fungsi yang berkaitan dengan link fisik seperti besar tegangan  / arus listrik, panjang maksimal fasa, jenis kabel dan koneksi.


Komunikasi Antar Layer

     
 Informasi mengalir dari satu layer ke layer yang lain akan mengalami "pengubahan bentuk" atau transformasi. untuk memahaminya lihat gambar diatas.

  1. Informasi berasal dari Aplication Layer. informasi kemudian melewati Layer Presentation dan Layer Session. pada tahap ini biasanya belum di lakukan transfortasi dat. Informasi yang melalui ketiga layer ini di sebut PDU ( Protocol Data Unit ) atau data saja.
  2. Setelah sampai di Layer Transport, data akan mengalami transformasi kebentuk lain yang di sebut  Segment atau segmen
  3. Segment Mengalir Melalui ke layer Network dan kemudian di ubah menjadi packet dan menambahkan alamat Jaringan padanya.
  4. Packet Mengalir ke layer Data Link dan kemudian di ubah menjadi Frame
  5. Terakhir, Farme mengalir ke Layer Phisical dan kemudian di ubah menjadi bits atau bit-bit. Pada Layer Ini, bit-bit di ubah menjadi besaran fisik, seperti arus Listrik, Gelombang Elektromagnetik dan Sebagainya.

Perangkat Network Pada OSI

1. Router
        Router bekerja pada layer 3 atau Layer Network, router bertanggung jawab mengatur pengalamatan ( addressing ) dan penentuan Rute ( routing )

2. Bridge
       Bridge bekerja pada Layer 2 atau Layer Data Link, biasanya bridge di gunakan untuk menghubungak network yang menggunakan teknologi sejenis
3. Switch
      Switch bekerja pada layer 2, switch berfungsi sebagai central atau cosentrator. Selain Switch Layer 2, sekarang sudah banyak di apakai juga Switch yang dapat beroprasi dari layer 3 sampai layer 7
4. HUB
      Hub bekerja pada layer 1, hub biasanya berperan sebai central atau cosentrator, tapi hub tidak dapat mempelajari alamat Hardware, sehingga informasi yang datang ke HUB akan di teruskan ke seluruh host. dan bisa mengakibatkan banjir broadcast.

untuk info lebih lanjut agan bisa mempelajari lewat sini gan:
http://wiki.mikrotik.com/wiki/Testwiki/Introduction_to_internetworking

atau tengok di youtube, ini Video nya gan


oke gan hari ini cukup belajar OSI Layer, semoga kite-kite pade bisa mahaminnya.
tulung komentarnya ya aganers......   terimakasih, semoga bermanfaat,,,,
salam